Peperangan Rohani - Week 6
PEMENANG
Pendahuluan
Ulangan 20:1 "Apabila engkau keluar berperang melawan musuhmu, dan engkau melihat kuda dan kereta, yakni tentara yang lebih banyak dari padamu, maka janganlah engkau takut kepadanya, sebab TUHAN, Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir, menyertai engkau.
20:2Apabila kamu menghadapi pertempuran, maka seorang imam harus tampil ke depan dan berbicara kepada rakyat,
20:3dengan berkata kepada mereka: Dengarlah, hai orang Israel! Kamu sekarang menghadapi pertempuran melawan musuhmu; janganlah lemah hatimu, janganlah takut, janganlah gentar dan janganlah gemetar karena mereka,
20:4sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu.
Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Kemenangan bagi orang percaya bukan hanya mimpi dan kerinduan, namun suatu KEPASTIAN! Alkitab berkata bahwa “kita adalah orang-orang yang lebih dari pemenang”. Kemenangan kita bukan hanya pada persoalan hidup, melainkan juga pada “peperangan rohani” ketika kita melawan iblis dan pengikutnya. Alkitab berkata ‘lawan iblis maka ia akan lari dari padamu”. Jaminan Allah bagi kita pasti, yaitu kemenangan.
Yesus di atas kayu salib berkata : “sudah selesai” => kita sebagai umat tebusan adalah pemenang
Musuh tidak perlu dicari kr setiap kita di berkati Allah, dan iblis tidak suka itu. Tapi kita tidak boleh takut karena Allah menyertai kita.Hidup kristen tidak lari dari masalah tapi kita harus menghadapi semua masalah dan pergumulan hidup.Semua masalah dan pergumulan hidup itu, di maksudkan Allah agar kita menjadi pemenang.
Kita bukan sekedar pemenang tetapi lebih daripada pemenang ->
Sehebat hebatnya seorang pemenang pasti pernah mengalami kekalahan. Jadi kalah dan menang adalah biasa bagi orang dunia. Tetapi orang kristen lebih dari pemenang karena pasti selalu menang karena Tuhan yg memastikan kita akan menang. Kemenangan bagi orang percaya bukan mimpi atau kerinduan tapi sebuah kepastian. Karena itu adalah janji Tuhan. Tuhan sudah berjanji dan Dia tidak akan ingkar.
Penjelasan
Kemenangan orang percaya hanya dapat di raih bila kita hidup sesuai dengan tuntunan Roh Kudus. Karena bila kita tidak hidup dalam tuntunan Roh Kudus, maka iblis mudah mengombang-ambingkan keyakinan kita.
Di zaman seperti ini kita harus hidup dalam kepekaan roh, mengapa? Agar kita tidak terpengaruh oleh dunia yang jaht ini. Dunia ini terlalu keras dan membingungkan, tetapi orang yang memiliki kepekaan akan melihat kemenangan setiap hari.
Kemenangan bukan suatu hal yang sukar untuk di raih bila kita di tuntun oleh Roh Allah.
Pandangan yang keliru bahwa pemenang adalah orang yang:
1. Sempurna -> Tuhan tidak mencari org yang sempurna tapi Tuhan mencari org yg mau disempurnakan. Ingat kita sedang dan terus di sempurnakan(dalam proses). Jadi pemenang adalah orang biasa dan yang mau terus di sempurnakan.
2. Yang tidak memiliki masalah -> justru seorang pemenang adalah menang dari masalah
3. Telah di tetapkan Tuhan -> kemenangan adalah pilihan hidup.
Ulangan 11:26 Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk:
11:27 berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
11:28dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.
4. Tidak pernah gagal -> Tokoh-tokoh alkitab baik Abraham, Daud, Yunus pernah gagal tetapi Tuhan tetap pakai mereka. Mereka adalah orang yang tidak pernah mau menyerah.
5. Situasi dan kondisi hidupnya mendukung -> intimidasi si iblis supayy kita pesimis untuk struggle(berusaha) dan mencapai kemenangan.
Pandangan Firman Tuhan bahwa pemenang adalah seseorang yang:
1. Menyadari kejadiannya dasyat => Orang yang mengalami kegagalan dan hidupnya penuh masalah, memancing untuk agar orang tsb bersungut2. Kita harus menyadari betapa istimewa kita, yang membuat kita harus bersyukur. Tapi setan senang membuat kita hanya berfokus pada masalahnya.
Mazmur 139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
2. Mencari kerajaan Allah serta kebenaranNya => prioritas hidup yg benar yaitu mencari kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah damai, sukacita dan penyertaan Roh Kudus. Dasar pertimbangan kita melakukan sesuatu => apakah hal itu berguna dan membangun?
Lakukan bagian kita yaitu mencari kerajaan Allah, dan Allah lah yang akan melakukan mujizat
Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
3. Mampu berkata tidak dan mengambil keputusan yang tepat.
Mazmur 1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
bahagia -> apa saja yg di perbuatnya berhasil
bahagia -> tiap orang berbeda beda ukuran kebahagiaannya. Kita merasa bahagia ga ada orang yg tau, hanya kita yg bs tau(merasakan). Ukuran kebahagiaan tidak bias di pukul rata. Contoh orang kaya belum tentu bahagia. Orang miskin belum tentu tidak bahagia
Berhasil -> orang sekitar yg tahu akan keberhasilan kita, tapi malah kita yg tidak sadar kalau kita telah berhasil
Jadi seorang pemenang mampu berkata tidak dan mengambil keputusan yg tepat.
Keputusan yg tepat akan menuju kepada keberhasilan -> penting/kunci nya!
4. Memiliki keinginan yang benar => keinginan bisa membunuh manusia itu sendiri karena manusia ga bakal merasa puas kalau terus mengikuti keinginannya. Banyak motivasi orang ke gereja hanya ingin mendapat mujizat tp tidak mau mengenal sang pemberi mujizat itu sendiri. Kita harus menjadi serupa dengan Kristus
Filipi 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
5. Membuktikan iman dalam perbuatannya. => membuktikan imanmu dalam perbuatan . Iman tidak bisa dipisahkan dari kasih dan penyerahan kedapa Tuhan, bersyukur dan melangkah dg semangat
Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati
Penutup
Kemenangan orang percaya adalah ketika kita menyerahkan hidup kita di tuntun oleh Roh Allah, karena dengan Roh Allah kita memiliki kepekaan untuk mengalahkan tipu jahat si iblis dan kesukaran hidup dalam dunia yang jahat ini. Haleluyah, amin.
From : Khotbah Minggu Pdt. Gilbert Lumoindong 4 Juli 2010(GBI Glow Fellowship Centre)
http://www.glministry.com/ => dengarkan live streaming khotbah Bpk. Pdt. Gilbert Lumoindong tiap hari minggu.
Let your light shine before man that they may see your good deeds and praise your Father in heaven
Monday, August 16, 2010
Peperangan Rohani - Week 5
Peperangan Rohani - Week 5
SENJATA ORANG PERCAYA
Pendahuluan
Hidup Kristen adalah hidup dalam peperangan. Peperangan yang di maksud di sini bukanlah peperangan untuk melawan darah dan daging, namun peperangan secara rohani. Hasil peperangan kita sangat di pengaruhi oleh senjata yang kita gunakan.
Penjelasan
Yesaya 45:1 Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:
45:2 Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi.
45:3 Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu.
45:4 Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.
45:5 Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,
45:6 supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain,
Allah:
- memegang tangan kanan kita
- berjalan di depan kita
- telah mempersenjatai kita => Kita sudah punya senjata, jd tergantung kita mau pakai atau tidak senjata itu
Janji Allah => Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi => imani ini
Yesaya 54:17 Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Orang dunia ingin menjatuhkan kita dengan berbagai cara.
Hidup Kristen bukan berarti tidak ada tekanan, tp walaupun hidup dengan menghadapi masalah kita punya senjata untuk melawan namun kita harus memakai senjata yang tepat, yaitu senjata yang dari Allah.
Kalau kita mengandalkan senjata duniawi, kita akan menemui kehancuran. Senjata yg di pakai orang dunia adalah:
1. Uang -> ingat uang tidak akan dapat mendatangkan segala nya tp Allah lah yang dapat mendatangkan segalanya.
2. Kekerasan -> kita harus mengalah dan selalu lemah lembut
3. Kelicikan -> yang harus di pelajari dr ular adalah : ular ganti kulit(kita harus beradaptasi) dan ular tidak pernah mengganggu apabila tidak di ganggu.
Mat. 10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
4. Koneksi -> orang duniawi mengandalkan segala cara
5. Kepandaian bicara
2 Korintus 10:1 Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah.
10:2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi.
10:3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,
10:4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
Jd kita harus:
1. Lemah lembut
2. Tenang, walaupun di fitnah
3. Walaupun kita hidup di dunia, tp kita tidak hidup dengan cara duniawi => kunci nya. Ingat roh kita lebih besar daripada roh dunia
4. Senjata kita bukan senjata duniawi tp senjata yang dari Allah
5. Iblis memakai orang untuk menjatuhkan kita, oleh karena itu kita jangan mau di pakai oleh iblis untuk menjatuhkan orang. Taklukan hanya dalam Kristus.
Senjata Allah:
1. Berbeda dengan dunia
2. Berkuasa
3. Sanggup meruntuhkan benteng-benteng
4. Harus di gunakan secara aktif.
Senjata orang percaya:
1. Penyerahan penuh kepada Allah sambil menanggalkan dosa => berserah pd Tuhan tp harus bertobat dan tanggalkan dosa dulu jd setan ga bs pake kt jd senjata dia tp justru Tuhan yg pake kt jd senjata Tuhan
Roma 6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
Roma 13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
2 Kor 6:7 dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela
Roma 15:12 Dan selanjutnya kata Yesaya: "Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan."
Jadi : serahkanlah dirimu, menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, menggunakan senjata-senjata Allah, menaruh harapan kepada Allah
2. Ketulusan hati => org licik, sukses sebentar tapi pasti jatuh. Tp kalau orang tulus akan terus naik
Mazmur 25:21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.
Amsal 14:32 Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.
Contoh : Yusus yang tulus hati, sehingga walaupun dia berstatus budak tapi bs di angkat menjadi tangan kanan pemimpin
3. Mengandalkan hikmat => akan berumur panjang, mencapai kekayaan dan hormat. Hidup bukan soal kekuatan tetapi soal hikmat dan menjadi bijak. Kr menjadi bijak lebih baik daripada menjadi kuat secara fisik. Contoh, adalah bijak kl melakukan gym untuk alasan kesehatan
Amsal 3:13Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,
3:14karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.
3:15Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya.
3:16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
3:17Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.
Amsal 24:3 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,
24:4dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.
24:5 Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat.
4. Hati yang penuh pujian dan syukur => secara manusia adalah wajar kita menjadi takut ,tapi jgn terpancing emosi tp cari lah Tuhan dan pujilah DIA
2 Tawarikh 20:1 Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.
20:2 Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi.
20:3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.
2 Tawarikh 20:22 Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.
2 Korintus 10:14 Sebab dalam memberitakan Injil Kristus kami telah sampai kepada kamu, sehingga kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu.
4. Hidup dengan iman dan Firman
Efesus 6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
5. Pikiran yang di kendalikan oleh Firman Allah => pikiran positif, pikiran yg di penuhi dg Yesus
1 Petrus 4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
Penutup
Biarlah setiap kita, tidak menghadapi peperangan-peperangan rohani dengan mengandalkan senjata-senjata duniawi yang dapat menjebak dan menjerumuskan. Namun pergunakan lah senjata rohani yang PASTI, yang akan menuntuk kita pada kedasyatan kemuliaan Allah.
From : Khotbah Minggu Pdt. Gilbert Lumoindong 27 Juni 2010(GBI Glow Fellowship Centre)
SENJATA ORANG PERCAYA
Pendahuluan
Hidup Kristen adalah hidup dalam peperangan. Peperangan yang di maksud di sini bukanlah peperangan untuk melawan darah dan daging, namun peperangan secara rohani. Hasil peperangan kita sangat di pengaruhi oleh senjata yang kita gunakan.
Penjelasan
Yesaya 45:1 Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:
45:2 Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi.
45:3 Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu.
45:4 Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.
45:5 Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,
45:6 supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain,
Allah:
- memegang tangan kanan kita
- berjalan di depan kita
- telah mempersenjatai kita => Kita sudah punya senjata, jd tergantung kita mau pakai atau tidak senjata itu
Janji Allah => Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi => imani ini
Yesaya 54:17 Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah. Inilah yang menjadi bagian hamba-hamba TUHAN dan kebenaran yang mereka terima dari pada-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Orang dunia ingin menjatuhkan kita dengan berbagai cara.
Hidup Kristen bukan berarti tidak ada tekanan, tp walaupun hidup dengan menghadapi masalah kita punya senjata untuk melawan namun kita harus memakai senjata yang tepat, yaitu senjata yang dari Allah.
Kalau kita mengandalkan senjata duniawi, kita akan menemui kehancuran. Senjata yg di pakai orang dunia adalah:
1. Uang -> ingat uang tidak akan dapat mendatangkan segala nya tp Allah lah yang dapat mendatangkan segalanya.
2. Kekerasan -> kita harus mengalah dan selalu lemah lembut
3. Kelicikan -> yang harus di pelajari dr ular adalah : ular ganti kulit(kita harus beradaptasi) dan ular tidak pernah mengganggu apabila tidak di ganggu.
Mat. 10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
4. Koneksi -> orang duniawi mengandalkan segala cara
5. Kepandaian bicara
2 Korintus 10:1 Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah.
10:2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi.
10:3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,
10:4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
Jd kita harus:
1. Lemah lembut
2. Tenang, walaupun di fitnah
3. Walaupun kita hidup di dunia, tp kita tidak hidup dengan cara duniawi => kunci nya. Ingat roh kita lebih besar daripada roh dunia
4. Senjata kita bukan senjata duniawi tp senjata yang dari Allah
5. Iblis memakai orang untuk menjatuhkan kita, oleh karena itu kita jangan mau di pakai oleh iblis untuk menjatuhkan orang. Taklukan hanya dalam Kristus.
Senjata Allah:
1. Berbeda dengan dunia
2. Berkuasa
3. Sanggup meruntuhkan benteng-benteng
4. Harus di gunakan secara aktif.
Senjata orang percaya:
1. Penyerahan penuh kepada Allah sambil menanggalkan dosa => berserah pd Tuhan tp harus bertobat dan tanggalkan dosa dulu jd setan ga bs pake kt jd senjata dia tp justru Tuhan yg pake kt jd senjata Tuhan
Roma 6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
Roma 13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
2 Kor 6:7 dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela
Roma 15:12 Dan selanjutnya kata Yesaya: "Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan."
Jadi : serahkanlah dirimu, menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, menggunakan senjata-senjata Allah, menaruh harapan kepada Allah
2. Ketulusan hati => org licik, sukses sebentar tapi pasti jatuh. Tp kalau orang tulus akan terus naik
Mazmur 25:21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.
Amsal 14:32 Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.
Contoh : Yusus yang tulus hati, sehingga walaupun dia berstatus budak tapi bs di angkat menjadi tangan kanan pemimpin
3. Mengandalkan hikmat => akan berumur panjang, mencapai kekayaan dan hormat. Hidup bukan soal kekuatan tetapi soal hikmat dan menjadi bijak. Kr menjadi bijak lebih baik daripada menjadi kuat secara fisik. Contoh, adalah bijak kl melakukan gym untuk alasan kesehatan
Amsal 3:13Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,
3:14karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.
3:15Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya.
3:16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
3:17Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.
Amsal 24:3 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,
24:4dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.
24:5 Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat.
4. Hati yang penuh pujian dan syukur => secara manusia adalah wajar kita menjadi takut ,tapi jgn terpancing emosi tp cari lah Tuhan dan pujilah DIA
2 Tawarikh 20:1 Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.
20:2 Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi.
20:3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.
2 Tawarikh 20:22 Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.
2 Korintus 10:14 Sebab dalam memberitakan Injil Kristus kami telah sampai kepada kamu, sehingga kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu.
4. Hidup dengan iman dan Firman
Efesus 6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
5. Pikiran yang di kendalikan oleh Firman Allah => pikiran positif, pikiran yg di penuhi dg Yesus
1 Petrus 4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
Penutup
Biarlah setiap kita, tidak menghadapi peperangan-peperangan rohani dengan mengandalkan senjata-senjata duniawi yang dapat menjebak dan menjerumuskan. Namun pergunakan lah senjata rohani yang PASTI, yang akan menuntuk kita pada kedasyatan kemuliaan Allah.
From : Khotbah Minggu Pdt. Gilbert Lumoindong 27 Juni 2010(GBI Glow Fellowship Centre)
Sunday, August 1, 2010
Hatiku Percaya
Saat kutak melihat jalanMu
Saat kutak mengerti rencanaMu
Namun tetap kupegang janjiMu
Pengharapanku hanya padaMu
Hatiku percaya
Hatiku percaya
Hatiku percaya
Slalu kupercaya
Saat kutak mengerti rencanaMu
Namun tetap kupegang janjiMu
Pengharapanku hanya padaMu
Hatiku percaya
Hatiku percaya
Hatiku percaya
Slalu kupercaya
Tuesday, July 20, 2010
When God Sighed
When God Sighed
by Max Lucado
Two days ago I read a word in the Bible that has since taken up residence in my heart.
To be honest, I didn’t quite know what to do with it. It’s only one word, and not a very big one at that. When I ran across the word, (which, by the way, is exactly what happened; I was running through the passage and this word came out of nowhere and bounced me like a speed bump) I didn’t know what to do with it. I didn’t have any hook to hang it on or category to file it under.
It was an enigmatic word in an enigmatic passage. But now, forty-eight hours later, I have found a place for it, a place all its own. My, what a word it is. Don’t read it unless you don’t mind changing your mind, because this little word might move your spiritual furniture around a bit.
Look at the passage with me.
Then Jesus left the vicinity of Tyre and went through Sidon, down to the Sea of Galilee and into the region of the Decapolis. There some people brought a man to him who was deaf and could hardly talk, and they begged him to place his hand on the man.
After he took him aside, away from the crowd, Jesus put his fingers into the man’s ears. Then he spit and touched the man’s tongue. He looked up to heaven and with a deep sigh said to him, “Ephphatha!” (which means, “Be opened!”). At this, the man’s ears were opened, his tongue was loosened and he began to speak plainly. (Mark 7:31-35)
Quite a passage, isn’t it?
Jesus is presented with a man who is deaf and has a speech impediment. Perhaps he stammered. Maybe he spoke with a lisp. Perhaps, because of his deafness, he never learned to articulate words properly.
Jesus, refusing to exploit the situation, took the man aside. He looked him in the face. Knowing it would be useless to talk, he explained what he was about to do through gestures. He spat and touched the man’s tongue, telling him that whatever restricted his speech was about to be removed. He touched his ears. They, for the first time, were about to hear.
But before the man said a word or heard a sound, Jesus did something I never would have anticipated.
He sighed.
I might have expected a clap or a song or a prayer. Even a “Hallelujah!” or a brief lesson might have been appropriate. But the Son of God did none of these. Instead, he paused, looked into heaven, and sighed. From the depths of his being came a rush of emotion that said more than words.
Sigh. The word seemed out of place.
I’d never thought of God as one who sighs. I’d thought of God as one who commands. I’d thought of God as one who weeps. I’d thought of God as one who called forth the dead with a command or created the universe with a word … but a God who sighs?
Perhaps this phrase caught my eye because I do my share of sighing.
I sighed yesterday when I visited a lady whose invalid husband had deteriorated so much he didn’t recognize me. He thought I was trying to sell him something.
I sighed when the dirty-faced, scantily dressed, six-year-old girl in the grocery store asked me for some change.
And I sighed today listening to a husband tell how his wife won’t forgive him.
No doubt you’ve done your share of sighing.
If you have teenagers, you’ve probably sighed. If you’ve tried to resist temptation, you’ve probably sighed. If you’ve had your motives questioned or your best acts of love rejected, you have been forced to take a deep breath and let escape a painful sigh.
I realize there exists a sigh of relief, a sigh of expectancy, and even a sigh of joy. But that isn’t the sigh described in Mark 7. The sigh described is a hybrid of frustration and sadness. It lies somewhere between a fit of anger and a burst of tears.
The apostle Paul spoke of this sighing. Twice he said that Christians will sigh as long as we are on earth and long for heaven. The creation sighs as if she were giving birth. Even the Spirit sighs as he interprets our prayers. (Romans 8:22-27)
All these sighs come from the same anxiety; a recognition of pain that was never intended, or of hope deferred.
Man was not created to be separated from his creator; hence he sighs, longing for home. The creation was never intended to be inhabited by evil; hence she sighs, yearning for the Garden. And conversations with God were never intended to depend on a translator; hence the Spirit groans on our behalf, looking to a day when humans will see God face to face.
And when Jesus looked into the eyes of Satan’s victim, the only appropriate thing to do was sigh. “It was never intended to be this way,” the sigh said. “Your ears weren’t made to be deaf, your tongue wasn’t made to stumble.” The imbalance of it all caused the Master to languish.
So, I found a place for the word. You might think it strange, but I placed it beside the word comfort, for in an indirect way, God’s pain is our comfort.
And in the agony of Jesus lies our hope. Had he not sighed, had he not felt the burden for what was not intended, we would be in a pitiful condition. Had he simply chalked it all up to the inevitable or washed his hands of the whole stinking mess, what hope would we have?
But he didn’t. That holy sigh assures us that God still groans for his people. He groans for the day when all sighs will cease, when what was intended to be will be.
From God Came Near: Chronicles of the Christ
Copyright (Thomas Nelson, 1999) Max Lucado
Taken from Daily Emails
Sign up for:
• Written devotionals (from Everyday Blessings) or
• One Minute MP3 audio:
www.MaxLucado.com/subscribe
So, do you sigh everyday? Let’s be cheerful as our GOD has already sighed for us first! And wait for HIS help…!
by Max Lucado
Two days ago I read a word in the Bible that has since taken up residence in my heart.
To be honest, I didn’t quite know what to do with it. It’s only one word, and not a very big one at that. When I ran across the word, (which, by the way, is exactly what happened; I was running through the passage and this word came out of nowhere and bounced me like a speed bump) I didn’t know what to do with it. I didn’t have any hook to hang it on or category to file it under.
It was an enigmatic word in an enigmatic passage. But now, forty-eight hours later, I have found a place for it, a place all its own. My, what a word it is. Don’t read it unless you don’t mind changing your mind, because this little word might move your spiritual furniture around a bit.
Look at the passage with me.
Then Jesus left the vicinity of Tyre and went through Sidon, down to the Sea of Galilee and into the region of the Decapolis. There some people brought a man to him who was deaf and could hardly talk, and they begged him to place his hand on the man.
After he took him aside, away from the crowd, Jesus put his fingers into the man’s ears. Then he spit and touched the man’s tongue. He looked up to heaven and with a deep sigh said to him, “Ephphatha!” (which means, “Be opened!”). At this, the man’s ears were opened, his tongue was loosened and he began to speak plainly. (Mark 7:31-35)
Quite a passage, isn’t it?
Jesus is presented with a man who is deaf and has a speech impediment. Perhaps he stammered. Maybe he spoke with a lisp. Perhaps, because of his deafness, he never learned to articulate words properly.
Jesus, refusing to exploit the situation, took the man aside. He looked him in the face. Knowing it would be useless to talk, he explained what he was about to do through gestures. He spat and touched the man’s tongue, telling him that whatever restricted his speech was about to be removed. He touched his ears. They, for the first time, were about to hear.
But before the man said a word or heard a sound, Jesus did something I never would have anticipated.
He sighed.
I might have expected a clap or a song or a prayer. Even a “Hallelujah!” or a brief lesson might have been appropriate. But the Son of God did none of these. Instead, he paused, looked into heaven, and sighed. From the depths of his being came a rush of emotion that said more than words.
Sigh. The word seemed out of place.
I’d never thought of God as one who sighs. I’d thought of God as one who commands. I’d thought of God as one who weeps. I’d thought of God as one who called forth the dead with a command or created the universe with a word … but a God who sighs?
Perhaps this phrase caught my eye because I do my share of sighing.
I sighed yesterday when I visited a lady whose invalid husband had deteriorated so much he didn’t recognize me. He thought I was trying to sell him something.
I sighed when the dirty-faced, scantily dressed, six-year-old girl in the grocery store asked me for some change.
And I sighed today listening to a husband tell how his wife won’t forgive him.
No doubt you’ve done your share of sighing.
If you have teenagers, you’ve probably sighed. If you’ve tried to resist temptation, you’ve probably sighed. If you’ve had your motives questioned or your best acts of love rejected, you have been forced to take a deep breath and let escape a painful sigh.
I realize there exists a sigh of relief, a sigh of expectancy, and even a sigh of joy. But that isn’t the sigh described in Mark 7. The sigh described is a hybrid of frustration and sadness. It lies somewhere between a fit of anger and a burst of tears.
The apostle Paul spoke of this sighing. Twice he said that Christians will sigh as long as we are on earth and long for heaven. The creation sighs as if she were giving birth. Even the Spirit sighs as he interprets our prayers. (Romans 8:22-27)
All these sighs come from the same anxiety; a recognition of pain that was never intended, or of hope deferred.
Man was not created to be separated from his creator; hence he sighs, longing for home. The creation was never intended to be inhabited by evil; hence she sighs, yearning for the Garden. And conversations with God were never intended to depend on a translator; hence the Spirit groans on our behalf, looking to a day when humans will see God face to face.
And when Jesus looked into the eyes of Satan’s victim, the only appropriate thing to do was sigh. “It was never intended to be this way,” the sigh said. “Your ears weren’t made to be deaf, your tongue wasn’t made to stumble.” The imbalance of it all caused the Master to languish.
So, I found a place for the word. You might think it strange, but I placed it beside the word comfort, for in an indirect way, God’s pain is our comfort.
And in the agony of Jesus lies our hope. Had he not sighed, had he not felt the burden for what was not intended, we would be in a pitiful condition. Had he simply chalked it all up to the inevitable or washed his hands of the whole stinking mess, what hope would we have?
But he didn’t. That holy sigh assures us that God still groans for his people. He groans for the day when all sighs will cease, when what was intended to be will be.
From God Came Near: Chronicles of the Christ
Copyright (Thomas Nelson, 1999) Max Lucado
Taken from Daily Emails
Sign up for:
• Written devotionals (from Everyday Blessings) or
• One Minute MP3 audio:
www.MaxLucado.com/subscribe
So, do you sigh everyday? Let’s be cheerful as our GOD has already sighed for us first! And wait for HIS help…!
Monday, July 5, 2010
Peperangan Rohani - Week 4
PENGENDALIAN DIRI
Pendahuluan
Salah satu kunci penting dalam peperangan rohani adalah pengendalian diri. Pengendalian diri adalah sebuah sikap kehidupan yang tegas, yang tidak mau di kuasai oleh keinginan daging, namun berjalan dalam keinginan roh.
Penjelasan
Alkitab mengatakan bahwa roh memang penurut tetapi daging lemah. Hal ini dapat di artikan bahwa sulitnya mengendalikan diri atau “keinginan daging”
Korintus 9:19-27
9:19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.
9:20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
9:21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
9:23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.
9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
Orang Kristen:
1. Misi hidup => memenangkan orang buat Tuhan
2. Fokus dalam tiap segala tindakan => kerajaan Allah. (kl orang dunia, misi nya adalah untuk mendapatkan berkat/self center)
3. Reason dalam melakukan segala sesuatu => injil => kita tidak akan kecewa
Hidup bukan berlari cepat tetap berlari tepat (dengan tujuan) - Paulus
Apabila Tuhan menginginkan kita melakukan sesuatu, kita pasti di kasih waktu untuk mengerjakan nya. Namun terkadang kita mengerjakan nya secara berlebihan(too much) sehingga terkadang emosi kita menjadi labil dan berpotensi di pakai iblis untuk menjebak kita agar jatuh.
Jadi : NOT WORK HARD BUT WORK SMART
Penguasaan diri di saat-saat tidak menyenangkan adalah hal yang penting. Sehingga kunci penting dalam peperangan rohani adalah pengendalian diri.
Pengendalian diri => tegas ke diri sendiri => bukan mengikuti keinginan daging tetapi keinginan roh. => kl ada suatu hal tidak baik di lakukan, stop doing it.
Mengapa mengendalikan diri itu sulit?
1. Karena hal-hal daging dan dosa seringkali awalnya “enak” => iblis seakan melakukan “bulan promosi”. Tp suatu kebenaran pada awalnya sakit, namun ending nya akan menyenangkan. Justru ending itu yang penting.
2. Karena keinginan daging dan dosa memiliki “kuasa”
3. Karena “keinginan yang baik” sulit melawan “keinginan daging”
4. Karena dunia ini tunduk pada keinginan daging dan dosa
Akibat tidak mengendalikan diri:
1. Jatuh dalam dosa
2. Terikat pada hal-hal negative
3. Kehilangan damai sejahtera => stress
4. Kehilangan berkat => orang yg mengejar berkat justru akan kehilangan berkat. Tp orang yang mengejar Yesus, akan di berkati secara melimpah
5. Menjadi batu sandungan
6. Memiliki kehidupan yang tidak berarti
Yang di perlukan dalam pengendalian diri
1. Sabar ketika menghadapi hal yang tidak menyenangkan
2. Mengalah dalam keributan dan konflk
3. Kemampuan menjaga kesucian dan keseharian
4. Tetap memegang teguh iman dan firman meskipun dalam pencobaan
5. Tidak terpengaruh dengan tawaran tawaran duniawi => tidak tergoda
Prinsip Firman
1.Matius 26:41
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”
2. Matius 16:24 => mengendalikan diri adalah syarat utama mengikut Yesus. Orang yang sedang memadamkan roh yaitu dengan mengikuti keinginan daging. Yang Yesus suruh adalah memikul salib => di perlukan seluruh badan untuk mengikut salib
16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
3. 1 Timotius 4:7-8 => Latihan badan baik tapi terbatas oleh karena itu kita harus melatih roh dengan beribadah.
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
4. 2 Korintus 5:13 => menguasai diri adalah pelayanan
5:13 Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu.
5. Amsal 16:32 => orang yang menguasai diri adalah pahlawan
16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
Penutup
Pengendalian diri adalah syarat mutlak kemenangan dalam peperangan rohani. Kita dapat mengendalikan diri hanya apabila diri kita di pimpin oleh Roh Allah.
From : Khotbah Minggu Pdt. Gilbert Lumoindong 20 Juni 2010(GBI Glow Fellowship Centre)
Pendahuluan
Salah satu kunci penting dalam peperangan rohani adalah pengendalian diri. Pengendalian diri adalah sebuah sikap kehidupan yang tegas, yang tidak mau di kuasai oleh keinginan daging, namun berjalan dalam keinginan roh.
Penjelasan
Alkitab mengatakan bahwa roh memang penurut tetapi daging lemah. Hal ini dapat di artikan bahwa sulitnya mengendalikan diri atau “keinginan daging”
Korintus 9:19-27
9:19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.
9:20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
9:21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
9:23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.
9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
Orang Kristen:
1. Misi hidup => memenangkan orang buat Tuhan
2. Fokus dalam tiap segala tindakan => kerajaan Allah. (kl orang dunia, misi nya adalah untuk mendapatkan berkat/self center)
3. Reason dalam melakukan segala sesuatu => injil => kita tidak akan kecewa
Hidup bukan berlari cepat tetap berlari tepat (dengan tujuan) - Paulus
Apabila Tuhan menginginkan kita melakukan sesuatu, kita pasti di kasih waktu untuk mengerjakan nya. Namun terkadang kita mengerjakan nya secara berlebihan(too much) sehingga terkadang emosi kita menjadi labil dan berpotensi di pakai iblis untuk menjebak kita agar jatuh.
Jadi : NOT WORK HARD BUT WORK SMART
Penguasaan diri di saat-saat tidak menyenangkan adalah hal yang penting. Sehingga kunci penting dalam peperangan rohani adalah pengendalian diri.
Pengendalian diri => tegas ke diri sendiri => bukan mengikuti keinginan daging tetapi keinginan roh. => kl ada suatu hal tidak baik di lakukan, stop doing it.
Mengapa mengendalikan diri itu sulit?
1. Karena hal-hal daging dan dosa seringkali awalnya “enak” => iblis seakan melakukan “bulan promosi”. Tp suatu kebenaran pada awalnya sakit, namun ending nya akan menyenangkan. Justru ending itu yang penting.
2. Karena keinginan daging dan dosa memiliki “kuasa”
3. Karena “keinginan yang baik” sulit melawan “keinginan daging”
4. Karena dunia ini tunduk pada keinginan daging dan dosa
Akibat tidak mengendalikan diri:
1. Jatuh dalam dosa
2. Terikat pada hal-hal negative
3. Kehilangan damai sejahtera => stress
4. Kehilangan berkat => orang yg mengejar berkat justru akan kehilangan berkat. Tp orang yang mengejar Yesus, akan di berkati secara melimpah
5. Menjadi batu sandungan
6. Memiliki kehidupan yang tidak berarti
Yang di perlukan dalam pengendalian diri
1. Sabar ketika menghadapi hal yang tidak menyenangkan
2. Mengalah dalam keributan dan konflk
3. Kemampuan menjaga kesucian dan keseharian
4. Tetap memegang teguh iman dan firman meskipun dalam pencobaan
5. Tidak terpengaruh dengan tawaran tawaran duniawi => tidak tergoda
Prinsip Firman
1.Matius 26:41
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.”
2. Matius 16:24 => mengendalikan diri adalah syarat utama mengikut Yesus. Orang yang sedang memadamkan roh yaitu dengan mengikuti keinginan daging. Yang Yesus suruh adalah memikul salib => di perlukan seluruh badan untuk mengikut salib
16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
3. 1 Timotius 4:7-8 => Latihan badan baik tapi terbatas oleh karena itu kita harus melatih roh dengan beribadah.
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
4. 2 Korintus 5:13 => menguasai diri adalah pelayanan
5:13 Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu.
5. Amsal 16:32 => orang yang menguasai diri adalah pahlawan
16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
Penutup
Pengendalian diri adalah syarat mutlak kemenangan dalam peperangan rohani. Kita dapat mengendalikan diri hanya apabila diri kita di pimpin oleh Roh Allah.
From : Khotbah Minggu Pdt. Gilbert Lumoindong 20 Juni 2010(GBI Glow Fellowship Centre)
Friday, June 25, 2010
Peperangan Rohani - Week 3
BERJAGA-JAGA DAN BERDOA
Pendahuluan
Peperangan rohani, utamanya terjadi karena kita adalah “spriritual being’ di tempatkan “di dunia”.
Yang harus di ingat adalah :
1. Iblis selalu mencari posisi lemah kita
2. Ia serang kita dengan berbagai alasan yang sepertinya masuk akal bagi kita
3. It is not how you use God, but how God use you
Matius 26:40Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Roma 8:5-8 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
8:6Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
Berarti ada 2 hukum, yang harus kita jalani, yaitu:
1.Hukum daging
2. Hukum Roh
Perbedaannya hukum daging dan hukum roh:
No. Hukum Daging
1. Sifatnya => Sementara
2. Ujung2nya akan => Membinasakan
3. Kita makin hari makin => Merosot
4. Berupa => Peraturan => cenderung melelahkan kr di ikuti kr adanya ketakutan
5. Dilakukan dengan => Mengandalkan kemampuan => kita akan stress dan cape sendiri
6. Prinsip kita akan jd => Kerja keras
7. Tujuan nya => Mengejar target
No. Hukum Roh
1. Sifatnya => Kekal
2. Ujung2nya akan => Menyempurnakan
3. Kita makin hari makin => Bertumbuh
4. Berupa => Anugrah
5. Dilakukan dengan => Mengandalkan Tuhan
6. Prinsip kita akan jd => Melakukan yg terbaik
7. Tujuan nya => Membalas cinta Tuhan
Kita adalah spiritual being(makhluk rohani) oleh karena itu kita harus taat terhadap hokum roh, walaupun kita hidup di dunia yang berdasarkan hukum daging. Tapi kita tidak mungkin menggarami dunia dg cara dunia. Jadi jangan pernah melakukan sesuatu dengan mengandalkan cara dunia, tetapi andalkan roh yaitu dengan doa yang dapat menguatkan.
Penjelasan
Alkitab telah mengingatkan kepada kita bahwa roh itu penurut namun daging itu lemah. Setan selalu menyerang kedagingan kita, namun di satu sisi kita bisa mengalahkan setan dengan melawannya. Kapan kita dapat melawan setan? Ketika Roh kita kuat. Oleh karena itu hal penting yang harus kita jaga dalam peperangan rohani adalah:
1. Hati => rendah hati. Kalau kita sombong, kita pasti akan jatuh oleh karena itu setan senang dengan orang sombong.
Amsal 18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormata
2. Mulut => jangan mengutuk dan menghakimi, gunakan perkataan yang tepat pada waktunya
Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Amsal 15:23 Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!
Amsal 25:11 Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.
3. Pikiran => pikiran adalah tempat awal peperangan kita
2 Korintus 4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
1 Korintus 2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.
4. Kesatuan => perpecahan adalah kesukaan iblis. Oleh karena itu kita jangan mau di pake iblis untuk menciptakan keributan sehingga timbul perpecahan. Yang harus kita lakukan adalah menjadi pembawa damai.
Matius 12:25 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.
12:26 Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?
5. Iman => iman adalah kekuatan terbesar kita
1 Yohanes 5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Roma 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
6. Kedekatan kita dengan Yesus => Selama kita dekat dengan Yesus, iblis tidak memiliki kuasa
Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
8:38Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
8:39atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Penutup
Berjaga jaga dan bertobatlah, sehingga kita selalu dapat: bertahan, kuat serta merebut kemenangan. Haleluya, amin.
From : Khotbah Minggu Pdt. Gilbert Lumoindong 13 Juni 2010(GBI Glow Fellowship Centre
Pendahuluan
Peperangan rohani, utamanya terjadi karena kita adalah “spriritual being’ di tempatkan “di dunia”.
Yang harus di ingat adalah :
1. Iblis selalu mencari posisi lemah kita
2. Ia serang kita dengan berbagai alasan yang sepertinya masuk akal bagi kita
3. It is not how you use God, but how God use you
Matius 26:40Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
Roma 8:5-8 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
8:6Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
Berarti ada 2 hukum, yang harus kita jalani, yaitu:
1.Hukum daging
2. Hukum Roh
Perbedaannya hukum daging dan hukum roh:
No. Hukum Daging
1. Sifatnya => Sementara
2. Ujung2nya akan => Membinasakan
3. Kita makin hari makin => Merosot
4. Berupa => Peraturan => cenderung melelahkan kr di ikuti kr adanya ketakutan
5. Dilakukan dengan => Mengandalkan kemampuan => kita akan stress dan cape sendiri
6. Prinsip kita akan jd => Kerja keras
7. Tujuan nya => Mengejar target
No. Hukum Roh
1. Sifatnya => Kekal
2. Ujung2nya akan => Menyempurnakan
3. Kita makin hari makin => Bertumbuh
4. Berupa => Anugrah
5. Dilakukan dengan => Mengandalkan Tuhan
6. Prinsip kita akan jd => Melakukan yg terbaik
7. Tujuan nya => Membalas cinta Tuhan
Kita adalah spiritual being(makhluk rohani) oleh karena itu kita harus taat terhadap hokum roh, walaupun kita hidup di dunia yang berdasarkan hukum daging. Tapi kita tidak mungkin menggarami dunia dg cara dunia. Jadi jangan pernah melakukan sesuatu dengan mengandalkan cara dunia, tetapi andalkan roh yaitu dengan doa yang dapat menguatkan.
Penjelasan
Alkitab telah mengingatkan kepada kita bahwa roh itu penurut namun daging itu lemah. Setan selalu menyerang kedagingan kita, namun di satu sisi kita bisa mengalahkan setan dengan melawannya. Kapan kita dapat melawan setan? Ketika Roh kita kuat. Oleh karena itu hal penting yang harus kita jaga dalam peperangan rohani adalah:
1. Hati => rendah hati. Kalau kita sombong, kita pasti akan jatuh oleh karena itu setan senang dengan orang sombong.
Amsal 18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormata
2. Mulut => jangan mengutuk dan menghakimi, gunakan perkataan yang tepat pada waktunya
Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Amsal 15:23 Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!
Amsal 25:11 Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.
3. Pikiran => pikiran adalah tempat awal peperangan kita
2 Korintus 4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.
1 Korintus 2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.
4. Kesatuan => perpecahan adalah kesukaan iblis. Oleh karena itu kita jangan mau di pake iblis untuk menciptakan keributan sehingga timbul perpecahan. Yang harus kita lakukan adalah menjadi pembawa damai.
Matius 12:25 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.
12:26 Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, iapun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?
5. Iman => iman adalah kekuatan terbesar kita
1 Yohanes 5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Roma 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
6. Kedekatan kita dengan Yesus => Selama kita dekat dengan Yesus, iblis tidak memiliki kuasa
Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
8:38Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
8:39atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Penutup
Berjaga jaga dan bertobatlah, sehingga kita selalu dapat: bertahan, kuat serta merebut kemenangan. Haleluya, amin.
From : Khotbah Minggu Pdt. Gilbert Lumoindong 13 Juni 2010(GBI Glow Fellowship Centre
Friday, May 14, 2010
He wins the ipad...!
GOD, thanks alot YOU bless him to be 2nd winner of the contest. Thanks for this blessing. He is so happy, and i am so happy for him too. YOU are good all the time. Nothing i could say, other than YOU rock...! YOU are awesome...!
Subscribe to:
Posts (Atom)